#MemesonaItu Yang Bermanfaat

Kehidupan di dunia yang fana ini memang penuh warna, beragam cerita, berjuta rasa. Putih-hitam, suka-duka, bahagia-sendu. Semua manusia di semesta akan menjalankan kehidupan sesuai perannya, sebagai siapa, sebagai apa, dimana, dengan siapa, dan bagaimana yang semestinya dilakoni dengan sesuai. Supaya kehidupan yang dijalani memiliki warna, cerita dan rasa yang bermakna.
Untuk mencapai makna tersebut, adalah dengan menjadi pribadi yang bermanfaat dalam kebaikan dan kebenaran. Menjadi pribadi yang seperti ini tidak mudah pun tidak terlalu rumit. Mengapa tidak mudah dan tidak terlalu rumit? Ini begantung pada kemauan, usaha, dan tingkat kerelaan hati setiap individu untuk menjadikan dirinya sendiri menjadi insan yang bermanfaat. Membutuhkan beberapa resep supaya konsisten. Diantaranya, kerendahan hati, menanggalkan keegoisan, menguatkan radar terhadap sekitar, menikmati dampak dalam hati atas kebermanfaatan diri yaitu ketulusan bukan mengharapakan balasan.
Menjadi pribadi yang bermanfaat memerlukan proses, proses yang harus dijalani dengan perjuangan melawan keegoisan, proses belajar terus menerus untuk peduli dengan diri sendiri, keluarga, dan orang sekitar, proses menumbuhkan perasaan peka terhadap sekeliling, dengan radar peka yang harus diasah supaya menguat, mengakar dan terpatri dalam sanubari.
Ada hal yang bisa menjadi bekal untuk konsisten menjadi manusia yang bermanfaat, yaitu menikmati dan mensyukuri. Menikmati kebermanfaatan yang dilakukan oleh kita, menikmati senyuman yang terlukis di wajah orang-orang yang merasakan manfaat dengan adanya diri kita, menikmati setiap rasa yang muncul setelah kita melakukan hal yang bermanfaat. Mensyukuri atas kemampuan dan kesempatan kita dapat memberikan manfaat, mensyukuri atas kebahagiaan yang terpancar dari diri dan orang lain yang memperoleh manfaat dari diri kita.
Menjadi bermanfaat bisa dilakukan dari hal yang kecil, dimulai dari diri sendiri, keluarga dan orang sekitar. Menggunakan radar kepekaan terus menerus sehingga radar itu semakin menguat. Contoh menjadi manusia bermanfaat bagi diri sendiri antara lain melawan diri sendiri dari kemalasan, bergegas mengerjakan kewajiban, menggunakan waktu sebaik-baiknya, melakukan hal-hal yang terbaik dan tidak melanggar, menyayangi diri sendiri, membawa menjadi pribadi yang berkualitas. Contoh menjadi manusia bermanfaat bagi orang lain antara lain menolong orang yang membutuhkan bantuan (tenaga, harta atau ilmu), memberikan masukan positif kepada orang-orang di sekitar, memberikan contoh yang baik, berkata dan bersikap yang sopan, menghargai orang lain, dan sebagainya.
Dalam melakukan hal-hal yang bermanfaat, semestinya dibarengi dengan rasa ikhlas. Sehingga perasaan atas kebermanfaatan kita menjadi perasaan bahagia yang sejati. Bukan semu. Bukan yang mengharapkan balasan.
Menjadi pribadi yang bermanfaat memerlukan kemauan, memerlukan tindakan, menjadikannya gaya hidup, usaha meningkatkan kebermanfaatan, dan keikhlasan. Karena kebermanfaatan yang kita lakukan akan bermanfaat bagi diri kita sendiri, dan orang lain. Menjadikan kehidupan menjadi lebih manis dan harmonis.
Pribadi yang dapat konsisten menebar kebermanfaatan, akan menjadi pesona tersendiri bagi orang-orang di sekeliling. Akan ada kesan baik terhadap kita, akan ada perasaan sayang kepada kita. Karena diri yang bermanfaat itu memesona.
Insan di dunia ini yang paling memesona bagi saya adalah IBU. Karena IBU yang telah rela mengorbankan seluruh cinta dan hidupnya untuk keluarganya. Memaksimalkan kebermanfaatan dirinya untuk kebahagiaan kami. Memberikan segalanya dengan keikhlasan tertinggi. Menyayangi seluruh keluarga dengan cinta yang sejati. IBU, insan yang pandai menunjukkan dan melakukan kebermanfaatan bagi dirinya sendiri, keluarga dan orang-orang disekitar. IBU, insan yang piawai dalam menggunakan radar peka terhadap dirinya sendiri, keluarga dan orang-orang disekitar. IBU, insan yang paling memesona. Perjuangannya, kebermanfaatannya, cintanya, seluruh jiwanya luar biasa, suci dan sejati.
IBU adalah wanita yang hebat dan kuat, IBU adalah pahlawan yang luar biasa, IBU adalah insan yang memiliki cinta yang dasyat. Menjadi seorang IBU adalah anugerah bagi setiap wanita. Menjadi IBU yang memesona adalah pilihan.

Bagi seluruh wanita di semesta, termasuk saya, marilah terus berjuang untuk menjadi wanita yang memesona dengan segala kebermanfaatan bagi diri sendiri, keluarga, sesama dan semesta. Karena memesona itu adalah yang bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Operasi Zebra

Rindu dalam Goyah

Hei, Masa Lalu.