Terkadang, Aku Cemburu Padanya.
Terkadang, aku cemburu padanya. Ketika kurasai pikuk kehidupanku. Pekerjaan lalu lalang tak karuan. Gerak fisik, fikiran dan hati dipaksa selaras. Kewajiban juga terus menuntutku. Rengek orang-orang disekitarkupun meriuh tanpa mempedulikan kegelisahanku. Mereka menuntutku selalu sigap. Tak boleh sedetikpun tiarap. Terkadang, aku cemburu padanya. Aku melihatnya hidup dalam bahagia. Tak perlu menuruti tuntutan pekerjaan yang meruah. Tak perlu mengikuti aturan pemerintah. Tak perlu memikirkan hidup yang penuh keriwehan. Terkadang, aku cemburu padanya. Tanpa kerja keras, ia memiliki tempat tinggal yang luas. Aliran air disekitar terkadang menderas. Pepohonan dan rerumputanpun berkelas. Ah, pasti sejuk dan nyaman disana. Jauh dari hiruk pikuk kehidupan yang kacau. Ah, Pasti desir bayu akan setia menemani, damai dan tenang. Terkadang, aku cemburu padanya. Tanpa berjuang keras, apa yang ia butuhkan sudah tersedia. Makanan, permainan, dan segala kebutuhan hidupnya. Terkad...