Pengganggu
Hei, aku Via. Usiaku 16 tahun. Aku masih sekolah di sebuah SMA swasta di kota pelajar. Di sekolah, aku termasuk siswa yang tidak sulit untuk bergaul. Walaupun bukan siswa yang terpandai, terajin, tereksis dan ter ter ter lainnya. Semua yang ada padaku tergolong level medium. Untuk urusan asmara, sebagai siswa normal aku juga ngerasain yang namanya suka sama cowo. Walaupun ada beberapa yang bertepuk sebelah tangan. Gigit jari aja deh aku.
Sekarang ini aku sedang dalam kegundahan yang luar biasa. Menjadi beban fikiran dan batin buat aku pribadi dan orang-orang disekitarku. Beberapa waktu belakangan ini ada sesuatu yang datang menggangguku. Hidupku terusik olehnya. Ketika ia datang, runyam semua urusanku. Seringkali ia datang di waktu yang tidak ku harapkan. Aaarrrghhhh... aku sering marah dibuatnya. Muak. Sudah kuusir dengan cara lembut hingga tegas. Ia tetap enggan pergi. Oh Tuhan, kenapa ia seringkali mengganggu hidupku. Bantu aku Tuhan. Supaya ia tak mengusik urusanku.
Aku ingin semua baik-baik saja. Masa mudaku seperti dikacaukan olehnya. Aku tahu ia pasti akan datang ke setiap manusia. Tapi aku berharap ia datang padaku di waktu yang tepat. Bukan sembarangan seperti ini. Aku malu kepada semua orang. Menjadi tidak nyaman menjalani hidup. Merasa bersalah kepada orang tua. Prestasi belajarku menurun drastis. Guru-guru di sekolah mulai tak suka dengan semua ini. Orang tuaku mulai panik dan khawatir. Teman-teman tak sedikit yang mencibir. Tuhan, usir ia dari hidupku. Aku ingin tidur di waktu yang tepat. Bukan seperti kelelawar.
Sekarang ini aku sedang dalam kegundahan yang luar biasa. Menjadi beban fikiran dan batin buat aku pribadi dan orang-orang disekitarku. Beberapa waktu belakangan ini ada sesuatu yang datang menggangguku. Hidupku terusik olehnya. Ketika ia datang, runyam semua urusanku. Seringkali ia datang di waktu yang tidak ku harapkan. Aaarrrghhhh... aku sering marah dibuatnya. Muak. Sudah kuusir dengan cara lembut hingga tegas. Ia tetap enggan pergi. Oh Tuhan, kenapa ia seringkali mengganggu hidupku. Bantu aku Tuhan. Supaya ia tak mengusik urusanku.
Aku ingin semua baik-baik saja. Masa mudaku seperti dikacaukan olehnya. Aku tahu ia pasti akan datang ke setiap manusia. Tapi aku berharap ia datang padaku di waktu yang tepat. Bukan sembarangan seperti ini. Aku malu kepada semua orang. Menjadi tidak nyaman menjalani hidup. Merasa bersalah kepada orang tua. Prestasi belajarku menurun drastis. Guru-guru di sekolah mulai tak suka dengan semua ini. Orang tuaku mulai panik dan khawatir. Teman-teman tak sedikit yang mencibir. Tuhan, usir ia dari hidupku. Aku ingin tidur di waktu yang tepat. Bukan seperti kelelawar.
Komentar
Posting Komentar