Bersamai Diri

Menelisiki perjalanan di dunia fana ini begitu menakjubkan. Setiap makhlukNya memiliki peran sendiri-sendiri. Melihat diri menjadi begitu tak berarti diantara semesta. Namun nyatanya tak seperti itu. Masing-masing dari kita memiliki makna istimewa. Percayalah, secuil apapun hal diperbuat dengan tujuan yang baik akan menghasilkan kebermanfaatan yang hakiki. Percayalah, sekelumit usaha yang kita wujudkan berlandakan ketulusan akan menghasilkan makna yang sejati. Percayalah, sekedar senyuman akan membawa kita ke dalam ruang kebahagiaan bersama cinta.

Ada kalanya tenaga dalam raga seperti enggan bekerjasama dengan hasrat. Ada kalanya keinginan tak sejalan dengan keadaan. Ada kalanya mimpi hanya sekedar mimpi. Ada kalanya cinta tak berbalas. Namun kehidupan harus terus berjalan. Waktu tak bisa menghentikan dirinya sendiri. Masa tak bisa kembali apalagi mundur tak tahu diri.

Sesekali boleh menikmati kenyamanan tak bermakna. Tapi hidup harus dijalani, diperbaiki, dicintai menuju bahagia sejati. Berbuatlah sekecil apapun. Berusahalah secuil apapun. Berkaryalah walau seperti debu diantara luasnya gurun pasir.

Paling tidak, diri berbaik hati pada diri sendiri. Paling tidak, diri tak bermusuhan dengan diri sendiri. Paling tidak, diri mencintai diri sendiri. Kemudian akan menebar ke sekeliling. Indahnya akan dirasakan penuh nikmat nan syahdu.

Jangan memaksa untuk menghentikan nafsu. Jangan biarkan diri terlalu lama menikmati ketidak baikan seperti rasa enggan, sedih, pilu, asa yang terhempas apalagi rasa ingin mati.

Bangunlah, buka mata hati. Rasakanlah, deru bayu yang menyibak lembut seluruh semesta. Nikmatilah setiap langkah yang akan kau tapaki. Bersamailah diri sendiri menuju perubahan yang baik. Berdamailah pada diri sendiri. Cintai diri menuju perbaikan diri.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Operasi Zebra

Rindu dalam Goyah

Hei, Masa Lalu.