Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2017

Perempuan Lain

Aku mengikutinya hingga di depan sebuah ruangan. Ada kaca kecil di pintunya. Aku mengawasinya dengan hati-hati. Aku lelah. Beberapa waktu belakangan ini hati dan fikirannya bagaikan tidak bersamaku lagi. Dari balik kaca kecil ini aku tahu dia menemui seorang perempuan, terlihat dari kain penutup kepalanya. Perempuan itu menghadap ke jendela, duduk di kursi roda dengan tiang infus. Dia mencium tangan perempuan itu, mengecup keningnya, memeluknya dengan mesra dan memberikannya sekuntum mawar putih. Dadaku terasa sesak. Pernikahan kami tinggal sebulan lagi. Aku melihat kebahagiaan lain di wajah calon suamiku bersama perempuan itu. Sesekali ia memperlihatkan isi smartphone nya. Senyum dan tawa terlihat di wajahnya. Kemudian ia menatap tajam perempuan itu, kembali memeluk dan tangan perempuan itu  membalas dengan mengusap lembut kepala calon suamiku. Ah ini apa? Tak sengaja dia melihatku dari balik kaca, setelah melepas pelukan perempuan itu. Dia pun bergegas keluar menem...

Angkringan, Jogja dan Cinta

Gambar
Kenyamanan, ketenangan, dan berdamai adalah sebuah kebutuhan batin manusia. Saling mengasihi dan menyayangi adalah fitrah manusia. Demi kebutuhan batin dan fitrah tersebut, kita dapat melakukan sesuatu untuk mewujudkannya dengan sengaja. Kami adalah sepasang laki-laki dan perempuan, yang ditakdirkan atas jodoh oleh Tuhan, dianugerahi tiga anak istimewa bagi kami (anak pertama sudah meninggal, jadi kami merawat dua anak), dan diberi jalan hidup merantau di kota istimewa (setelah menikah kami sempat merasakan hubungan jarak jauh, satu tahun antara Bogor-Jogja, satu tahun antara Semarang-Jogja, tahun berikutnya bersama di Jogja). Kami sesekali merasa resah, lelah, rindu kepada keluarga di kampung halaman, kelimpungan, dan ingin tenang namun kami tak mengingkari atas kesehatan, kebahagiaan, kelancaran dan kenyamanan yang menyelimuti hari-hari kami. Dalam situasi/ perasaan resah, lelah, rindu dan kelimpungan, ada beberapa alternatif yang kami lakukan berdua. Selain MeTime sendiri (in...

Sebuah lagu, Father and Son.

Gambar
Lagu itu diputar sepanjang malam, hingga malampun bergeser ke belahan bumi lain, memberi kesempatan kepada sang surya menerangi belahan bumi yang disini. “Ayah, bagus ya lagunya? Mamah tahu lagu itu, soundtrack film yang tadi kita tonton kan? Film Guardians Of The Galaxy. Ciyeeee.. diputar terus.” Aku menanyakan dengan nada usil. Dan suami hanya terdiam, matanya fokus ke layar smartphone nya. Telinganya seperti tuli, mungkin baginya malam ini benar-benar sunyi, hingga aku berbicara tak memiliki arti, bahkan lagu yang sedang kami nikmati. “ Yeay , Mamah kan bicara sama tembok.” Dengan bibir aku majukan sedikit. Pun aku tak marah, karena memang seperti itu kebiasaan suamiku. Itu pertanda, yang sedang ia fokuskan adalah hal yang memang serius, atau sesuatu yang dapat melegakan  dahaganya atas keingintahuannya tentang sesuatu. Suami masih saja diam, beliau hanya menggeser badan sedikit dari posisinya semula. Aku mulai gemas dan penasaran atas apa yang sedang ia cermati, hingga t...