Perempuan Lain
Aku mengikutinya hingga di depan sebuah ruangan. Ada kaca kecil di pintunya. Aku mengawasinya dengan hati-hati. Aku lelah. Beberapa waktu belakangan ini hati dan fikirannya bagaikan tidak bersamaku lagi. Dari balik kaca kecil ini aku tahu dia menemui seorang perempuan, terlihat dari kain penutup kepalanya. Perempuan itu menghadap ke jendela, duduk di kursi roda dengan tiang infus. Dia mencium tangan perempuan itu, mengecup keningnya, memeluknya dengan mesra dan memberikannya sekuntum mawar putih. Dadaku terasa sesak. Pernikahan kami tinggal sebulan lagi. Aku melihat kebahagiaan lain di wajah calon suamiku bersama perempuan itu. Sesekali ia memperlihatkan isi smartphone nya. Senyum dan tawa terlihat di wajahnya. Kemudian ia menatap tajam perempuan itu, kembali memeluk dan tangan perempuan itu membalas dengan mengusap lembut kepala calon suamiku. Ah ini apa? Tak sengaja dia melihatku dari balik kaca, setelah melepas pelukan perempuan itu. Dia pun bergegas keluar menem...