Sebuah lagu, Father and Son.

Lagu itu diputar sepanjang malam, hingga malampun bergeser ke belahan bumi lain, memberi kesempatan kepada sang surya menerangi belahan bumi yang disini.
“Ayah, bagus ya lagunya? Mamah tahu lagu itu, soundtrack film yang tadi kita tonton kan? Film Guardians Of The Galaxy. Ciyeeee.. diputar terus.” Aku menanyakan dengan nada usil.
Dan suami hanya terdiam, matanya fokus ke layar smartphonenya. Telinganya seperti tuli, mungkin baginya malam ini benar-benar sunyi, hingga aku berbicara tak memiliki arti, bahkan lagu yang sedang kami nikmati.
Yeay, Mamah kan bicara sama tembok.” Dengan bibir aku majukan sedikit. Pun aku tak marah, karena memang seperti itu kebiasaan suamiku. Itu pertanda, yang sedang ia fokuskan adalah hal yang memang serius, atau sesuatu yang dapat melegakan  dahaganya atas keingintahuannya tentang sesuatu. Suami masih saja diam, beliau hanya menggeser badan sedikit dari posisinya semula. Aku mulai gemas dan penasaran atas apa yang sedang ia cermati, hingga telinganya seperti tuli.
Kuletakkan kepalaku di dadanya, tangannya otomatis terkalung di leherku, dan smartphonenya pun terposisikan tepat dihadapanku. Aku ikut hanyut melihat ke dalam layar yang menyala itu diantara remang-remang dan sunyinya kamar kami. Hanyut pula dalam dekapan hangat seorang suami, aroma tubuhnya yang khas, dan kulit tangannya yang menempel di sedikit leher dan pipiku, membuatku semakin nyaman.
Sebuah tulisan dan gambar tentang seseorang yang aku kenal, Yusuf Islam. Aku mencoba memahami tulisan yang ada dilayar, namun karena sudah mencapai dipertengahan bacaan, akupun tak sanggup menahan penasaran. Aku menyela. "Yah, kok membuka tentang Yusuf Islam? Kenapa dengannya?” Aku bertanya penasaran.
Bukannya menjawab, tangan suamiku bergeser, semakin mendekap namun layar tetap pada posisi yang nyaman dibaca. Sembari mulutnya mengeluarkan sedikit suara. “Sssssssst....” Pertanda, aku tidak boleh mengganggunya dulu. Aku faham betul suamiku, ketika sedang memperhatikan sesuatu, telinganya tiba-tiba tuli, mulutnya tiba-tiba bisu, tubuhnya tiba-tiba membeku, namun matanya fokus, raut wajahnya serius.
Selang beberapa menit, layar itu sudah tidak bisa discroll lagi, bacaan selesai. Aku menunggu suamiku bercerita. Smartphonenya dilock, di letakan di sampingnya, dengan keadaan masih mengeluarkan suara lagu tadi, berulang kali hingga pagi.
“Mah, lagu tadi adalah ciptaan Yusuf Islam.” Suami mulai menjelaskan. “Hah? Lagu soundtrack film tadi Yah? Masa sih?” Aku terheran tak percaya. “Nada lagu itu memang romantis, bermakna, tapi itu seperti nada klasik dan legendaris Yah. Masa Yusuf Islam?” Aku masih belum percaya.
Yusuf Islam yang kami kenal sejak tahun 2011 adalah sosok islami dari belahan bumi barat. Wajahnya tampan dan berwibawa, karya-karyanya apik untuk didengarkan bagi anak-anak pun kami orangtuanya. Karya-karyanya menjadi pilihan lagu kesukaan untuk keluarga kami. Kami sering sekali memutar lagu-lagu Yusuf Islam, di rumah, dalam perjalanan, di kampung halaman atau ketika kami sedang bekerja.
Beberapa lagu-lagu Yusuf  Islam yang dinyanyikan oleh beliau, dan beberapa orang dewasa juga anak-anak yang seringkali kami nikmati bersama antara lain : I Look I See, Months in Islam, Bismillah, Upsy Daisy, Your Mother dan lain sebagainya. Dari judul-judul lagu tersebut jelaslah karya-karyanya bernuansa islam. Fikiran saya masih asyik dengan pertanyaan bagaimana bisa lagu yang memiliki nada klasik itu adalah salah satu karyanya? Siapakah Yusuf Islam? Bagaimana perjalanan hidupnya?
Pun, yang ada dalam fikiran saya, muncul di dalam fikiran suami. Beliau sedari tadi, diam seperti bisu, tak mendengarkanku dan lagu itu seperti memiliki telinga yang tuli, tak bergerak bagai membeku, ternyata sedang menyusuri karya-karya Yusuf Islam, siapa Yusuf Islam, latar belakang dan perjalanan hidupnya.
Akupun sedikit mendapat penjelasan tentang Yusuf Islam dari suami, kami kemudian asyik membahas Yusuf Islam, bersama mencari tahu dan menikmati karya-karyanya yang dulu, sebelum beliau menjadi Yusuf Islam. Ternyata perjalanan hidupnya penuh perjuangan namun mengesankan dalam pencarian tentang islam. Beliau adalah seorang penyanyi superstar rock yang terkenal di dunia, berbakat dan kaya. Di usia mudanya, prestasi di bidang musik diraihnya dengan apik dan melejit. Namun, ada kekosongan disana, ada kehampaan di hatinya. Hingga melalui perjalan yang rumit, pelik dan perjuangan yang tidak sedikit, beliau menemukan Islam. Kekosongan hatinya menjadi terisi, kegersangan batinnya menjadi segar, kebimbangannya menjadi ketenangan dan keteguhan.
Sebuah artikel yang sedari tadi dibaca dan dipahami oleh suami di sebuah situs internet membuat pembahasan malam ini menjadi panjang, manis dan menghasilkan butiran air mata pun sunggingan senyum diantara kami berdua berjudul “Yusuf Islam Menemukan Islam Setelah Pencarian Panjang”.
Kami, menikmati malam ini dengan sebuah lagu lama dari Yusuf Islam, Father and Son. Lagu ini bercerita tentang nasihat seorang ayah untuk anak laki-lakinya ketika idealisme puteranya diuji oleh kondisi yang tidak sesuai harapan. “For you will still be here tomorrow, but your dreams may not”— kamu masih akan di sini esok hari, tapi impianmu mungkin tidak demikian:  bersikaplah fleksibel:  pikirkan dirimu saat ini, jaga kesehatan, karena kamu masih harus melanjutkan hidup, boleh jadi esok kamu tidak lagi menginginkan apa yang kamu inginkan sekarang. “Tahanlah keinginanmu untuk menunjukkan apa yang kamu tahu”, rendah hatilah. “Sekarang ada jalan, aku harus pergi” : aku harus membiarkanmu menyelesaikannya dengan caramu.


It's not time to make a change
Ini bukan waktunya untuk membuat sebuah perubahan
Just relax, take it easy
Tenangkan dirimu, santailah   
You're still young, that's your fault
Kamu masih muda, itu adalah kesalahanmu
There's so much you have to know
Ada begitu banyak hal yang harus kamu ketahui
Find a girl, settle down
Temukan seorang gadis (pendamping), hiduplah lebih teratur
If you want you can marry
Jika kamu mau menikahlah
Look at me, I am old, but I'm happy
Lihat aku, aku tua, tapi aku bahagia

I was once like you are now
Aku pernah seperti kamu sekarang
And I know that it's not easy
Dan aku tahu bahwa ini tidak mudah
To be calm when you've found
Untuk bersikap tenang ketika kamu menemukan
Something going on
Sesuatu sedang terjadi
But take your time, think a lot
Tapi luangkan waktumu, pikirkanlah
Think of everything you've got
Pikirkan semua yang telah kamu dapat
For you will still be here tomorrow
Karena kamu masih akan di sini esok hari,
But your dreams may not
Tapi impian-impianmu mungkin tidak demikian

How can I try to explain?
Bagaimana dapat aku coba menjelaskan?
When I do he turns away again
Ketika aku melakukannya dia berpaling lagi
It's always been the same, same old story
Ini akan selalu menjadi sama, kisah lama yang sama
From the moment I could talk
Dari saat aku dapat berbicara
I was ordered to listen
Aku diminta untuk mendengarkan
Now there's a way
Sekarang  ada sebuah jalan
And I know that I have to go away
Dan aku tahu bahwa aku harus pergi
I know I have to go
Aku tahu aku harus pergi

It's not time to make a change
Ini bukan waktunya untuk membuat perubahan
Just sit down, take it slowly
Duduklah, santailah
You're still young, that's your fault
Kamu masih muda, itu adalah kesalahanmu
There's so much you have to go through
Ada begitu banyak hal yang harus kamu lalui
Find a girl, settle down
Temukan seorang gadis, hiduplah lebih teratur
If you want you can marry
Jika kamu mau menikahlah
Look at me, I am old, but I'm happy
Lihatlah aku, aku tua, tapi aku bahagia

All the times that I've cried
Semua waktu yang aku tangisi
Keeping all the things I knew inside
Simpan semua hal yang aku tahu di dalam
It's hard, but it's harder to ignore it
Ini sulit, tapi lebih sulit untuk mengabaikannya
If they were right I'd agree
Jika mereka benar, aku akan setuju
But it's them they know, not me
Tapi itu mereka (yang) mereka tahu, bukan aku
Now there's a way
Sekarang ada sebuah jalan
And I know that I have to go away
Dan aku tahu bahwa aku harus pergi
I know I have to go
Aku tahu aku harus pergi
Songwriters: YUSUF ISLAM, CAT STEVENS
Father And Son lyrics © BMG RIGHTS MANAGEMENT US, LLC
Lagu itu membuat malam kami menjadi tersenyum bangga kepada Yusuf Islam, bahagia karena selama ini kami menikmati karya-karyanya yang islami dengan makna juga perjuangan yang luar biasa dari seorang mualaf, sebuah rasa lebih menyukai Yusuf Islam dan karyanya, rasa rindu yang melayang kepada Ayah kami, sebuah bayangan akan anak-anak kami yang akan segera dewasa dan mencapai saat-saat seperti di dalam lagu itu, sebuah rasa menjadi lebih mencintai Islam dan kami tenang dalam pelukan lagu nan syahdu. Hingga malam mengalah kepada pagi.

Yogyakarta, 15 September 2017
Dian Narasya




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Operasi Zebra

Rindu dalam Goyah

Hei, Masa Lalu.