Keindahan Abadi
Segala mengusang mengikuti masa
Keelokannya diikuti nestapa semesta
Warna berganti-ganti
Hawa beda menerpa
Ragakupun menua bersama usia
Jiwaku rumit atas rindu dari langit
Cinta begitu pelik
Sang hati menjerit pait
Bayi itu sudah berbayi
Di pulau yang tak mudah terlampaui
Aku terperosok dalam sunyi
Jatuh meraba rasa
Aku ingin ke tempatmu saja
Keindahan abadiku yang telah memberi bayi
Kemudian sesaat itu ragamu mati
Namun jiwamu dalam jiwaku sejati
Dian Narasya
Yogyakarta, 6 Oktober 2017
Keelokannya diikuti nestapa semesta
Warna berganti-ganti
Hawa beda menerpa
Ragakupun menua bersama usia
Jiwaku rumit atas rindu dari langit
Cinta begitu pelik
Sang hati menjerit pait
Bayi itu sudah berbayi
Di pulau yang tak mudah terlampaui
Aku terperosok dalam sunyi
Jatuh meraba rasa
Aku ingin ke tempatmu saja
Keindahan abadiku yang telah memberi bayi
Kemudian sesaat itu ragamu mati
Namun jiwamu dalam jiwaku sejati
Dian Narasya
Yogyakarta, 6 Oktober 2017

Tak pernah rumit, pikiran kita sendirilah yang membuat jadi rumit.
BalasHapusFian, eta terangkanlah... eta terangkanlah... aku ora maksud
BalasHapus